Senin, 03 Desember 2012

Celengan Kecil untuk Ibu

Bocah malang itu kini telah berusia sebaya dengan anak kelas 2 Sekolah Dasar, dia adalah putra sematawayang dari Bahri dan Zainab. bocah malang itu bernama Cahyo Widodo, yang biasa dikenal Cahyo, kini dia hanya tinggal bersama sang ibu di sebuah rumah kontrakan yang kecil. sejak berumur 1 tahun dia telah ditinggal oleh sang ayah. sang ayah yang ketika itu mengalami kecelakaan sepeda motor dan meninggal di tempat dan meninggalkan istri dan putra sematawayangnya itu. saat itu cahyo tak mengerti apa yang terjadi pada sang ayah.

Cahyo tak mengerti apa yang selama ini ditutupi oleh sang ibu, disaat dia melihat temannya bersama ayahnya dan ia selalu bertanya kepada ibunya kemana dan dimana ayahnya. Tapi ibunya hanya menjawab "kelak kau akan mengetahui jawabannya sendiri saat kau sudah mengerti cahyo"

Setiap hari cahyo ditinggal sendiri dirumah kontrakannya itu oleh sang ibu, sang ibu yang berprofesi sebagai seorang cleaning service di sebuah perusahaan besar di jakarta terpaksa melakukan hal itu, karena tak memiliki uang untuk menyekolahkan anak sematawayangnya itu dan cahyo hanya ditinggalkan uang 7500 rupiah per hari untuk makannya. Hari itu cahyo melihat sebuah kalender kecil milik ibunya, disana tertulis "hari jadiku". Cahyo yang mengerti bahwa 10 hari lagi ibunya ulang tahun. Cahyo yang sangat iri melihat ibu temannya yang ulang tahun lalu diberikan hadiah oleh ayah temannya tersebut, ingin melakukan hal yang sama terhadap ibunya. Tak mati akal menghadapinya, walaupun cahyo masih tergolong anak yang kecil untuk mengerti uang, tapi cahyo berniat untuk membelikan ibunya kado di hari jadinya ibunya tersebut. Tanpa sepengetahuan sang ibu, cahyo bekerja disebuah toko pakaian grosir untuk melipat- lipat pakaian. Cahyo tak meminta banyak saat ia bekerja, cahyo hanya ingin sepiring nasi dengan lauk seadanya dan segelas teh hangat untuk menemani makan siangnya sebagai upah kerjanya selama 10 hari. Sedangkan uang makan yang ditinggalkan oleh ibunya selama 10 hari, ia masukkan ke celengan kecilnya yang pernah diberikan oleh sang ibu.

Besok adalah hari sabtu, tepatnya 26 mei 2012, hari dimana di kalender tersebut tertulis "hari jadiku". Ulang tahun yang tak pernah dirayakan oleh siapa pun, kini zainab memiliki cahyo yang amat pintar, cahyolah yang akan memberikan kado istimewa dan sebuah kejutan kecil itu padanya. Kini usia zainab sudah 30 tahun. Cahyo putra kecil zainab dan bahri itu, memikirkan sesuatu hal yang akan di belikannya untuk sang ibu di hari jadi ibunya tersebut. Akhirnya cahyo menemukannya, sepotong kue kecil dan sebuah kalung yang ada mainan berbentuk kunci hendak ia belikan untuk ibu tercintanya. Saat pagi hari sang ibu akan berangkat kerja, cahyo masih tertidur lelap di kasurnya. Sang ibu langsung pergi kerja dengan meninggalkan uang 7500 rupiah diatas meja makan. Saat terbangun, cahyo langsung bergegas mandi dan mencari kue kecil dan sebuah kalung sebagai hadiah untuk ibunya yang telah ia pikirkan semalaman tadi. Tapi sebelum pergi ke pasar, cahyo memecahkan celengannya untuk ibunya itu, uang di celengan itu hanya 75000 rupiah. Tak berpikir uang itu kurang atau lebih, cahyo langsung melangkahkan kakinya ke pasar. Cahyo pun menemukan kalung yang ia inginkan. "mbak, harga kalung yang ada kuncinya itu berapa yaa mbak ?" Ujar cahyo, "oooh, yang itu harganya 100 ribu rupiah dek" pelayan toko pun menjawab. "mbak hari ini ibu saya ulang tahun, saya ingin sekali membelikan kalung itu untuk ibu saya. Tapi uang yang saya punya hanya 75000 rupiahmbak, saya bisa tidak membeli kalung itu dengan harga 75000 rupiah mbak ?" Cahyo pun berusaha untuk mendapatkan kalung itu. "Enggak bisa dek, kalung ini memang harganya segitu, enggak bisa kurang lagi" pelayan toko berusaha menjelaskan. "enggak bisa kurang yaa mbak?" Cahyo memohon sekali lagi. "enggak bisa dek" kata pelayan. "kalau gini aja gimana mbak, saya beli kalung ini dengan harga 75000 rupiah, trus saya bersihin toko ini untuk nambahin uang yang kurangnya mbak, boleh gak mbak ?" Cahyo tetap bersikukuh untuk membeli kalung yang ia inginkan. "waah, kalau itu mbak juga gak tau dek, coba adek tanya ke bapak yang ada disana" pelayan toko menjawab. Cahyo pun menghampiri bapak itu dan menjelaskan apa yang ia inginkan "pak bolehkah saya membersihkan seluruh toko ini untuk mencukupi kekurangan uang saya untuk membeli kalung yang ada mainan kuncinya itu untuk hadiah ulang tahun ibu saya pak?". "nama kamu siapa nak" ujar bapak pemilik toko. "nama saya cahyo widodo pak, biasanya saya di panggil cahyo" cahyo menganggapi pertanyaan bapak itu. "kenapa kamu sangat ingin membelikan kalung itu untuk hadiah ulang tahun ibumu ? dari mana kamu mendapatkan uangnya?" pertanyaan lagi dari bapak pelayan toko. "dari saya kecil, saya tidak pernah tau siapa ayah saya pak, ayah yang selalu ada disaat ibu teman saya ulang tahun dan memberikan ibunya kado, tapi malangnya ibu saya tak pernah mendapatkan kado dari ayah saya, karna itu uang yang selama 10 hari di tinggal ibu saya, saya tabung dan saya bekerja di sebuah toko pakaian untuk melipat-lipat pakaian dan gajinya sebagai makan siang saya pak, tapi sayang, sekarang uang itu tidak cukup untuk membeli kalung yang saya inginkan pak" cahyo menjawab dengan muka yang sangat kecewa. "kalau begitu, biar bapak yang menambahkan uangnya, tak perlu kamu bekerja disini untuk mencukupinya, anggap saja uang yang 25000 rupiah itu sebagai hadiah dari bapak untuk ibumu dan juga hadiah untuk anak yang sepintar kamu, sekarang pulanglah dan berikan kalung ini pada ibumu" bapak pemilik toko menjawab denga tenang. "terima kasih banyak pak, semoga ibu saya senang menerimanya" ujar cahyo yang tampak sangat senang. Bapak pemilik toko hanya tersenyum melihat putra zainab itu, cahyo pun mengambil bingkisan kalung yang telah di bungkus menjadi sebuah kado itu.

Setelah mendapatkan kalung itu, sekarang yang ada di pikiran cahyo adalah bagaimana cara ia membeli kue kecil dan sebatang lilin untuk ibunya. Cahyo tetap bersemangat walaupun tak memiliki uang, cahyo langsung pergi ke sebuah toko kue yang cukup terkenal dan menanyakan harga kue kecil yang ia maksud itu. "maaf buk, kalau kue ini ditambah 1 batang lilin, berapa harganya buk?" ujar cahyo. "kalau yang ini harganya 30000 rupiah sudah dengan lilinnya nak" ujar sang ibu pemilik toko. Cahyo hanya diam melihat kue itu, ibu penjual kue pun bertanya "kenapa kamu hanya melihat kue itu dan termenung saja nak ?". "tidak apa-apa buk" jawab cahyo. Cahyo pun merenung "jika aku beli kue itu, uangku tak ada lagi", akhirnya cahyo pun bertanya "buk kalau saya meminta lilinnya saja boleh tidak buk ?". "memangnya untuk apa ?" jawab ibu pemilik toko. "hari ini ibu saya ulang tahun buk, tapi uang yang saya kumpulkan sudah habis untuk membeli kado ini buk. Tapi buk, jika saya disuruh bersih-bersih disini untuk membeli kue dan lilin itu, saya bersedia buk" ujar cahyo yang sangat berharap. "kebetulan sekali nak, tukang bersih-bersih toko ibuk sedang tidak masuk kerja, jadi silahkan kamu bersihkan toko ini semampu kamu, jika selesai bilang saja ke ibuk" ibu pemilik toko memberi harapan. "baiklah buk, terima kasih buk, dimana alat-alat untuk membersihkan ruangan ini bisa saya ambil buk ?" jawab cahyo. "ambil saja di belakang pintu itu" jawab ibu pemilik toko. Setelah mengambil semua alat, cahyo pun memulai pekerjaan nya dari menyapu sampai melap kaca toko kue tersebut. Selesai melakukan semua pekerjaannya, cahyo pun mendapatkan kue dan sebatang lilin untuk ibunya. "terima kasih buk, sekarang saya senang bisa membelikan ibu saya kue dan kado ini" cahyo berterima kasih kepada ibuk pemilik toko. "sama-sama nak" jawab ibu pemilik toko. "saya pamit dulu buk" jawab cahyo meminta izin untuk pulang. "iyaa nak" jawab ibu pemilik toko.

Kue dan kalung pun kini telah didapatkan cahyo, sekarang waktunya cahyo untuk bergegas pulang sebelum ibunya pulang dari kerjanya. Hari ini hari sabtu, biasanya ibunya pulang kerja jam 3. Setelah mempersiapkan semuanya, cahyo pun menunggu ibunya dengan kue dan kado itu di hadapannya. Sekarang sudah pukul 5, tapi sayang, kemana sang ibu tak kunjung pulang. Sampailah pada malam hari, cahyo menunggu dan hadilnya pun nihil. Cahyo ingin terus menunggu hingga ibunya pulang, tapi apalah daya, cahyo tertidur diatas meja makannya itu bersama kue dan bingkisan kado itu. Akhirnya jam 11 malam pun sang ibu pulang, dengan rasa lelah yang memuncak, ibunya masuk ke dalam rumah dan terlihatlah ada sebuah kue dan bingkisan kecil diatas meja. Zainab pun terharu melihat putra kecilnya itu menyiapkan ini semua untuknya dan ia pun langsung memeluk cahyo yang sedang terlelap tidur, cahyo pun terbangun dan langsung menyambut pelukan hangat ibunya itu. Zainab pun menanyakan dari mana cahyo mendapatkan uang untuk membeli semua ini, cahyo menceritakan semua pengalaman dan perjuangannya selama 10 hari kepada ibunya.

Pada malam itu terjadilah percakapan hangat antara anak dan ibu yang telah lama hilang, dan disaat yang bersamaan zainab pun memberi tahu cahyo apa yang sebenarnya terjadi pada sang ayah.Cahyo pun mengetahuinya dan sekarang tak ada dusta diantara anak dan ibu :)

16 komentar:

  1. nice story :D bsa di jadikan motivasi niih
    komen & follow http://conanswt.blogspot.com/2012/11/pesta-budaya-tabuik-pariaman-suatera.html

    BalasHapus
  2. cerita yang bagus dan sangat sangat menyentuh :) tapi sebaiknya di bagi bagi lagi paragrafnya, soalnya kalau terlalu panjang dalam 1 paragraf bisa bikin pembaca bosan :D

    BalasHapus
  3. cerita nya jempol, tapi terlalu panjaaaaaaang
    keep posting bro

    BalasHapus
  4. keren kak ne... :D
    tapi kyaknya terlalu panjang.
    bagusnya di bagi" per chapternya kak ne..
    hehe..

    BalasHapus
  5. Pacar bisa gonta ganti, tapi yang namanya ibu tetap 1, yang namanya ayah tetap 1, kita tidak. Akan bisa mengganti orang tua kita, jangan sampai

    BalasHapus
  6. @kakbeb : makasii sarannya yaa kakbeb :)
    buat besok" aku penggal" lagi paragrafnya :D

    BalasHapus
  7. @ihsan : makasii boc :D
    besok" di perpendek lagi bos :D

    BalasHapus
  8. @ ahdha : makasii ahdha :)
    hehehe...okee deh, besok" di bagi per chapter :D

    BalasHapus
  9. bgus ya nepi, bisa di jdi in pelajran. pasti bkin sendiri kan?

    BalasHapus